Articles by alphabetic order
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Â Ā Ḍ Ḥ Ī Ḷ Ṃ Ṇ Ñ Ṅ Ṛ Ṣ Ś Ṭ Ū Ö Ō
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0


Saddharma Pundarika Sutra: BAB XXII AKHIR PASAMUAN

From Tibetan Buddhist Encyclopedia
Jump to navigation Jump to search

Tibetan Buddhist Encyclopedia is now 14 years old

Our Encyclopedia recently received a wonderful opportunity for a major renewal on its 14th birthday . After many years of growing our Encyclopedia had become bit slow and sometimes even decided not to answer when people knocked on the door.

A very big thank you and blessings to Dmytro Rudiy (rudiy.nl) for his great work in upgrading the server, website and all of the infrastructure and helping make TBE fast and reliable again for everyone!

We kindly ask our readers to help us cover the cost of this important upgrade and also help with the ongoing costs of keeping the Encyclopedia alive and freely available.
Donate with PayPalor cardDonate by card (Visa, Mastercard, American Express)
Every little donation helps and every one is deeply appreciated. 🙏🙏🙏
OM AH HUM VAJRA GURU PADMA SIDDHI HUM 🙏🙏🙏
May blessings shower down on all of yous 🙏🙏🙏

Pada saat itu Sang Sakyamuni Buddha bangkit dari tempat duduk HukumNya untuk memperlihatkan kekuatan ghaib, dan meletakkan tangan kananNya diatas kepala-kepala dari para Bodhisatva-Mahasatva yang tak terhitung jumlahnya sera bersabda demikian :
“Selama ratusan ribu koti asamkhyeya kalpa yang tanpa hitungan, Aku telah melaksanakan Hukum Penerangan Agung yang aneh ini. Sekarang Aku percayakan kepada kalian. Sebar luaskanlah Hukum ini dengan sepenuh hati kalian dan tingkatkan serta suburkanlah di seluruh pelosok alam semesta.”

Dengan sikap yang sama, sebanyak tiga kali Beliau meletakkan tanganNya diatas kepala para Bodhisatva-Mahasatva dan bersabda demikian :”Selama ratusan ribu koti asamkhyeya kalpa yang tanpa hitungan telah Aku jalankan Hukum Penerangan Agung yang aneh ini. Sekarang Aku percayakan Hukum itu kepada kalian. Terimalah dan peliharalah, baca dan hafalkanlah serta maklumkanlah Sutra ini secara luas sehingga semua umat seluruhnya dapat mendengar dan mengetahuinya. Karena Sang Tathagata adalah maha pengasih dan penyayang, tidak loba dan tidak kikir, Beliau mampu dengan tiada gentar memberikan kebijaksanaan Sang Buddha, kebijaksanaan Sang Tathagata, dan kebijaksanaan Pribadi Diri kepada semua mahluk hidup. Ikutilah dan pelajarilah juga contoh-contoh Sang Tathagata untuk tidak menjadi manusia loba dan kikir.

Jika didalam masa-masa yang mendatang terdapat putera maupun puteri yang baik yang mempercayai kebijaksanaan Tathagata, maka maklumkanlah Sutra Bunga Hukum ini kepada mereka sehingga mereka dapat mendengar dan mengetahuinya agar supaya mereka semua dapat memperoleh kebijaksanaan Sang Buddha. Seandainya terdapat para umat yang tidak mempercayainya, kalian perlihatkanlah dan ajarilah, selamatkan dan gembirakanlah mereka dengan hukum-hukum Sang Tathagata lainnya yang penuh kebijaksanaan. Jika kalian mampu berbuat demikian, maka kalian telah membalas kemarahan para Buddha.”

Setelah para Bodhisatva-Mahasatva ini mendengar wejangan yang diberikan oleh Sang Buddha itu, mereka diliputi kegembiraan yang meluap-luap serta menghormatiNya dengan membungkukkan tubuh dan menundukkan kepala, dan dengan tangan terkatup mereka memuji Sang Buddha dengan berbareng :” Kami semua akan melaksanakan apa yang Engkau titahkan. Wahai Yang Maha Agung ! Janganlah Engkau khawatir.” Dengan sikap yang sama, para Bodhisatva-Mahasatva ini berkata dengan suara bulat sebanyak tiga kali:” Kami akan melaksanakan apa yang Engkau titahkan. Wahai Yang Maha Agung ! Janganlah Engkau khawatir.”

Kemudian Sang Sakyamuni Buddha menitahkan semua Buddha yang telah datang dari segala penjuru agar masing-masing kembali ketanahnya sendiri-sendiri seraya bersabda : “Wahai para Buddha ! Sejahteralah kalian. Biarlah Stupa dari Prabhutaratna berlimpah kembali seperti semula.”

Ketika kata-kata ini terucapkan, ribuan para Buddha yang telah datang dari segala penjuru yang sedang duduk diatas tahta-tahta singa dibawah pepohonan permata begitu juga Sang Buddha Prabhutaratna, kelompok para Bodhisatva yang jumlahnya sebanyak asamkhyeya yang tak terbatas, Sang Visishtakaritra serta lain-lainnya, juga keempat kelompok pendengar, Sang Sariputra dan lain-lainnya, serta seluruh dunia para dewa, manusia, asura dan sebagainya, demi mendengar khotbah Sang Buddha itu, semuanya sangat bersuka-cita.

Read Further

Source

fodian.net